Rabu, 22 Februari 2012

NATA DE MANGO





Ada tiga proses utama dalam pembuatan Nata.
  • Pembuatan Starter
  • Pembuatan Biakan Murni
  • Pembuatan Nata
A. Pembuatan Starter

  • Bahan yang dibutuhkan adalah 1 buah Nanas, dan Gula Pasir
  • peralatan yang dibutuhkan adalah, blender atau parut, Toples, Kasa, Karet gelang.
  • Prosedur Kerja. 
    • Sterilkan semua peralatan yang akan digunakan
    • Bersihkan Nanas, kemudian haluskan  (blender/parut)
    • tempatkan dlam toples, tambahkan 1 sdm gula pasir, aduk, segera tutup dengan kasa.
    • peram hingga timbul lapisan putih bening, jika ada jamur yang tumbuh, ulangi prosedur, berarti starter anda kurang steril.
B. Pembuatan Biakan Murni
  • Bahan yang digunakan untuk biakan Murni yaitu, 1 liter air kelapa, 100 gr gula pasir, Urea yang kita dapatkan dari hasil rebusan kecambah (100 gr/250 ml air), 25 ml CH3COOH, 0,25 gr Yeast (ragi kue), starter ( airnya saja, hasil dari penyaringan starter yang kita buat sebelumnya)
  • peralatan yang dibutuhkan yaitu, panci, kompor,toples, kasa, karet gelang.
  • prosedur kerja:
    • sterilkan peralatan.
    • rebus air kelapa, air kecambah dan gula selama 15 menit
    • Masukkan dalam toples.
    • setelah suhu turun, dan menjadi hangat, masukkan yeast, dan asam cuka pekat (CH3COOH)
    • masukkan starter.
    • tutup dengan kasa.
    • peram hingga timbul lapisan putih bening.
C. Pembuatan Nata De Mango
  • bahan yang dibutuhkan diantaranya, 1 liter sari buah mangga (diambil dari 400 gram buah mangga, haluskan, ambil airnya, dan tambahkan air sampai total 1 liter)
  • peralatan yang dibutuhkan sama dengan pembuatan biakan murni, kecuali toples, gantikan dengan loyang segi empat non logam.
  • Prosedur kerja sama dengan prosedur kerja pembuatan biakan murni, tetapi air kelapa pada prosedur kerja diganti dengan sari buah mangga, tempatkan hasil kerja pada loyang datar, tutup dengan kasa, lapisan putih bening yang terbentuk adalah nata yang siap untuk diolah pada proses selanjutnya.
D. Proses Pengolahan Nata agar siap Konsumsi.
  • Nata yang dihasilkan pada proses sebelumnya masih merupakan Nata setengah jadi, rasanya masih sangat Asam. potong lembaran nata menjadi bentuk dadu. rebus, kemudian tiriskan, cuci berulang-ulang, sampai rasa asam pada nata hilang.
  • Nata siap diolah menjadi olahan.
Read More ->>

Jumat, 17 Februari 2012

nata de banana skin

Karbohidrat oleh asam sulfat akan dihidrolisa menjadi monosakarida dan selanjutnya monosakarida mengalami dehidrasi oleh asam sulfat menjadi furfural atau hidroksi metil furfural. Furfural atau hidroksi metil furfural dengan alfa naftol akan berkondensasi membentuk senyawa kompleks yang berwarna ungu. Apabila pemberian asam sulfat pada larutan karbohidrat yang telah diberi alfa naftoh melelui dinding gelas dan secara hati-hati maka warna ungu yang terbentuk berupa cincin pada batas antara larutan karbohidrat dengan asam sulfat.
Penentuan sukrosa ditentukan jumlahnya dengan luff schorl, dari hasil titrasi yang dilakukan diperoleh volume Na2S2O3 0,1 N sebanyak 22,6 ml pada larutan blangko, dan 10,6 ml pada larutan sampel. Sehingga diperoleh selisih diantara keduanya yaitu sebesar 12 ml. Berdasarkan tabel pada lampiran, maka untuk volume 12 ml Na2S2O3 0,1 ml, maka kadar sukrosa sebesar 30,3 ml.
Dengan volume sampel 2 ml, sehingga kadar sukrosa sebesar 15,015 mg. Maka kadar sukrosa dalam sampel diperoleh 1501,5 mg/ 100 ml atau 1,5015 gram/ 100 ml % (b/v)
Hidrolisa sukrosa akan dihasilkan 2 mol gula reduksi yang berupa fruktosa yang dapat dituliskan sebagai berikut :
C6 H22 O11 + H2 O  C6 H12 O6 + C6 H12 O6
Sukrosa Fruktoa Glukosa
BM= 342 BM= 180 BM=180
Dalam praktikum ini digunakan kulit pisang sebagai bahan baku pembuatan nata de banana skin. Kulit pisang yang digunakan adalah kulit bagian hanya dalam, hal ini untuk menjaga kualitas nata yang dihasilkan agar lebih baik dan mempunyai kandungan glukosa yang tinggi. Selanjutnya kulit pisang diblander untuk memudahkan praktikan untuk mendapatkan kandungan karbohidrat yang tersimpan dalam kulit pisang.
Pemanasan air perasan kulit pisang bertujuan untuk mensterilkan bahan baku, yang akan difermentasi, sehingga bakteri stater mampu untuk bertumbuh di media air perasan kulit pisang. Sedangkan fungsi penambahan pupuk ZA ialah untuk meningkatkan nutrisi dalam media untuk pertumbuhan bakteri selama fermentasi.
Asam asetat atau asam cuka digunakan untuk menurunkan pH atau meningkatkan keasaman air perasan kulit pisang. Dalam praktikum ini asam asetat yang digunakan adalah asam cuka dapur dengan kadar 80%. Pada dasarnya asam asetat yang baik adalah asam asetat glacial (99,8%). Akan tetapi, asam asetat dengan konsentrasi rendah dapat digunakan, namun untuk mencapai tingkat keasaman yang diinginkan yaitu pH 4,5 – 5,5 dibutuhkan dalam jumlah banyak. Selain asan asetat, asam-asam organik dan anorganik lain bisa digunakan. pH 4,5-5,5 adalah kondisi yang produktif untuk banteri stater berkembang biak dengan baik, sehingga kondisi ini perlu dijaga.
Dari hasil pengamatan fermentasi yang dilakukan selama 2 minggu, pada minggu pertama pembentukan nata kurang begitu cepat, sehingga lapisan nata yang terbentuk sangat tipis. Akan tetapi setelah mengalami fermentasi selama 2 minggu nata de banana yang dihasilkan cukup baik, bahkan memiliki ketebalan dan massa yang besar.
Proses pemasakan produk nata secara berulang ulang bertujuan untuk mematikan bakteri yang masih aktif didalam produk nata, selain itu melarutkan kandungan alkohol yang dihasilkan selama proses fermentasi oleh bakteri.
Read More ->>

Selasa, 14 Februari 2012

RESEP-RESEP


Pisang Goreng Pasir



Bahan :
- Pisang raja 5 buah, potong bentuk kipas -
- Tepung roti kasar/pangko 150 gram -
- Coklat topping secukupnya -
- Minyak goreng secukupnya -

Bahan pencelup :
- Tepung terigu protein sedang 200 gram -
- Telur ayam 1 butir -
- Air 150 ml -
- Gula pasir 2 sdm -
- Garam secukupnya -

Cara membuat :
1. Campur semua bahan pencelup, aduk rata dan sisihkan. Celupkan pisang dalam adonan pencelup hingga rata, tiriskan.
2. Gulinkan pisang di atas tepung roti hingga rata.
3. Panaskan minyak, goreng pisang hingga kuning kecoklatan. Angkat dan tiriskan.
4. Sajikan pisang dengan coklat topping.

Tips :
- Pisang bisa diselipi dengan keju atau dioles dengan selai sesuai selera, baru dibalut tepung.
- Saat penyajian, topping bisa disesuaikan dengan isi yang diselipkan antar pisang atau sesuai selera
Read More ->>

Blogroll

Blogger news